webcounter.com

Rabu, 08 Juni 2016

Mercedes 300E W124 (Boxer) Vacuum Central Lock

Om Suastiastu,

Kali ini kita coba berkenalan dengan sistem central lock yang terdapat pada Mercedes W124 series atau lebih dikenal dengan Mercy Boxer. Contoh yang penulis pakai adalah seri 300E tahun 1992.

Pada seri W123 (Tiger), W124, W201, Mercedes menggunakan sistem vacuum untuk sistem central lock-nya. Tidak seperti mobil kebanyakan (Jepang terutama) yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak / actuator kunci pintunya.

Pada sistem vacuum, masing-masing pintu dan juga kunci bagasi serta kunci lubang pengisian bahan bakar, dilengkapi dengan actuator yang digerakkan dengan tenaga tiupan dan sedotan udara dari sebuah pompa udara. Pompa udara ini terletak di bawah jok penumpang kanan belakang.

Terkadang sistem vacuum ini bermasalah juga. Biasanya berawal dari salah satu atau lebih dari actuator ini bocor. Jika actuator bocor, maka pompa udara akan selalu memompa tanpa henti yang menyebabkan Fuse putus, atau lebih parah lagi, motor pompa terbakar dan jalur PCB pada module vacuum tersebut putus juga seperti pada gambar berikut ini. Akan tetapi jangan khawatir semua bisa diperbaiki dengan sedikit ketekunan. Berikut step by step perbaikan pompa vacuum central lock 300E :

Jalur PCB yang putus dan telah diperbaiki melalui penyambungan / solder dengan kabel.

Motor Pompa Vacuum terbakar, dan harus digulung ulang
Komponen pompa vacuum terdiri dari rotor dengan 4 bilah berbahan graphite.
Walaupun jalur PCB terbakar, komponen di atasnya masih dalam keadaan baik.
Kondisi selang dan sensor tekanan juga masih baik-baik saja. Praktis hanya PCB dan Motor saja yang perlu perbaikan. Untuk menggulung ulang Motor, serahkan saja kepada bengkel dynamo langganan kita dengan biaya yang tidak terlalu mahal, lebih kurang 100 Ribu Rupiah saja.

Setelah selesai kita memperbaiki Pompa Vacuum, selanjutnya kita perbaiki Actuator yang bermasalah. Pertama-tama kita mulai dengan membuka doortrim pada pintu yang actuatornya bermasalah. Urutannya sebagai berikut :

Buka baut dan penutup plastik di mekanik kunci pintu.

Buka tutup plastik di handle pintu bagian dalam dengan mencongkelnya menggunakan kuku saja.

Buka baut handle pintu dengan kunci 10

Lepaskan kawat pembuka pintu dengan menariknya menggunakan tang cucut.

Setelah kawat terlepas, tuas beserta rumahnya dapat kita lepaskan juga.

Lepaskan doortrim, di bagian bawah tampak ada socket lampu.

Lepaskan socket kabel lampu bagian bawah doortrim

Lepaskan baut  # 1 dari Actuator

Lepaskan baut  # 2 dari Actuator

Lepaskan kawat actuator, lalu keluarkan actuator.

Biasanya clip pada actuator retak hingga actuator bocor. Ikat dengan kawat las agar bocor hilang.


Test kerja actuator dengan mencoba gerakan naik turun. Jika motor pompa vacuum bekerja dalam rentang waktu sekitar 5 detik, maka kebocoran sudah hilang. Pompa pun aman tidak akan terbakar lagi.
Pasang kembali semua komponen dengan urutan terbalik.
BERES!!!!!!!
Semoga berguna dan dapat membantu melestarikan isi kantong kita...
Terima kasih. Sampai bertemu di topik selanjutnya.

Om Santhy, Santhy, Santhy, Om.

- I Gde Yasa Manuadi -



Sabtu, 05 April 2014

DIY Maintenance / Overhaul Mono Wiper Mercedes Benz 300E W124

Om Suastiastu,

 Seperti kita ketahui, Mercedes  generasi tahun 1986 hingga 1999, mulai dari 190E, C180, 300E, 500E, E220, hingga E320 "New Eyes", dilengkapi dengan wiper "Mono Wiper" yang unik karena hanya memiliki satu batang wiper saja. Banyak orang mengatakan "over engineered" terhadap teknologi ini, karena efisiensi pembersihan kaca yang lebih luas areanya jika dibandingkan dengan double wiper sekalipun.Tentu saja dibalik efisiensi dan simplicity mono wiper, terdapat desain mekanis dan elektris yang sangat jenius yang diterapkan. Desain mekanis yang cukup rumit ini menghasilkan gerakan yang naik-turun seiring gerak berputar mono wiper dimana jangkauan maksimal terjadi pada kedua sudut kaca depan bagian atas.

Tak dapat dipungkiri, setuju maupun tidak, rasanya mobil eropa memang selangkah lebih maju, tapi Bali selangkah lebih asik. (Nggak nyambung ya? hehehe...)

 Kali ini kita akan membahas DIY maintenance wiper pada Mercedes Benz 300E W124, untuk menjaga agar mono wiper kendaraan kita tetap dalam kondisi prima, terutama di iklim yang cukup panas seperti di Denpasar ini.

Dibawah ini akan dipaparkan prosedur step by step maintenance mono wiper, yang saya praktekkan sendiri pada kendaraan saya sendiri. ( Do it at your own risk )



1) Buka seal karet baik kiri maupun kanan yang melintang di bagian bawah kaca depan, sehingga baut pengikat talang air maupun tutup blower motor terekspose. 

Lepaskan pula bilah wiper.



2) Buka seluruh baut pengikat talang air baik kiri maupun kanan



3) Buka klip plastik seperti pada foto di bawah baik kiri maupun kanan. Hati-hati agar tidak patah. Selanjutnya talang air telah dapat dilepaskan di kedua sisi.


4) Buka baut pengikat tutup blower AC, baik kiri maupun kanan.



5) Lepaskan kait di kedua ujung tutup blower seperti gambar di bawah. 
Lalu buka beberapa baut bagian bawah tutup blower. Sebelumnya kita perlu melepaskan panel peredam di bagian depan blower terlebih dahulu.
Buka baut pengikat karet melingkar di bagian bawah "kura-kura" wiper, dan lepaskan plastik berbentuk "U".
Selanjutnya lepaskan tutup blower.

6) Buka karet seal blower-kap mesin. Lepaskan socket kabel motor wiper. Lalu lepaskan ketiga baut pengikat mekanisme wiper. Terdapat tiga baut. Dua di dekat motor, satu dibalik "kura-kura" wiper.

7) Lepaskan mekanisme wiper seperti foto di bawah

8) Tandai posisi  lengan mekanis terhadap poros tengah dengan spidol, (jika tidak wiper akan menjadi tidak simetris pergerakan kiri maupun kanannya) lalu putar secara manual hingga posisi wiper tegak lurus seperti pada gambar di bawah, lalu lepaskan baut poros tengah wiper.
Lepaskan lengan mekanis dari poros wiper.
Lepaskan circular clip pada poros wiper untuk dapat melepaskan "kura-kura".
Catatan : Kura-kura hanya dapat dilepaskan pada posisi wiper tegak lurus (kita putar secara manual sebelumnya).

 9) Lepaskan "kura-kura" dan lumasi gear pada "kura-kura".



10) Lepaskan baut penutup "kura-kura".

11) Lepaskan penutup, dan lumasi semua bagian bergerak dalam "kura-kura".
12) Selesai. Pasang kembali dengan urutan terbalik.

Mono wiper Mercedes kita pun berada dalam kondisi prima kembali.

Demikian sedikit DIY kita hari ini, semoga berguna bagi kita semua. Jangan lupa untuk anda para penggemar copy-paste, silakan saja, akan tetapi mohon dengan sangat hargai karya ini dengan mengutip sumbernya, bagaimanapun ini karya pribadi.

Terima kasih, semoga berkenan.

Om Santhi, Santhi, Santhi, Om.

- I Gde Yasa Manuadi -

Senin, 16 Agustus 2010

Freeze Plug ? Apaan tuh? ( Koin Blok Mesin spesifik pada mobil Eropa.)

Mobil buatan Eropa memang didesain berbeda dengan mobil-mobil buatan Jepang. Sesuai dengan iklim sub-tropis di Eropa, mereka mendesain segala sesuatunya sesuai dengan karakteristik perubahan suhu di Eropa yang ekstrim, termasuk titik beku air.
Kembali ke pelajaran SMA mengenai anomali air, yang menyatakan bahwa sebelum beku volume air akan memuai maksimal pada 4 derajat Celcius.
Jika air pendingin mesin sempat beku, dan mulai mencair, pada saat mendekati 4 derajat Celcius, volumenya akan mengembang dan mendesak komponen dalam water jacket di blok mesin. Pemuaian akibat anomali air ini akan memecahkan dinding silinder.
Lalu bagaimana solusinya?
Ya..... freeze plug.
Gambar Freeze Plug korosi pada Mercedes 300E (W124, M103)

Apaan tuh? Freeze plug adalah lempengan logam berbentuk koin yang biasanya diletakkan dekat dengan silinder atau bagian head silinder yang tugasnya mencopot diri sendiri jika terdesak pemuaian air akibat anomali air tadi.
Bocor dong? Ya... Bocor, agar silinder yang harganya mahal tidak pecah. Cukup mengganti freeze plug yang murah.
Bengkel kadang menyebutnya dengan "tutup koin air pendingin". Atau "koin blok mesin".

Di Indonesia kan nggak berguna? Benar sekali... Bahkan cukup mengganggu. Freeze plug ini berbahan besi atau kuningan yang tidak sekuat blok silinder. Freeze plug ini lebih mudah keropos. Jika terjadi pengeroposan maka air pendingin mesin akan keluar menetes.

Seperti kasus yang agak sering terjadi pada Mercedes W124 (300E, E320, E220, dll.), freeze plug di silinder no 6 paling sering keropos. Freeze plug ini agak berbeda bentuk dengan yang di silinder lain karena memiliki drat (threaded).

Pada Peugeot 504, 505, 604, 404, freeze plug pada silinder head sering bermasalah karena menjadi longgar akibat overheat, bukan karena keropos.

Yuk periksa freeze plug mobil kita... Jangan lupa kita peringati Hari Kemerdekaan Indonesia....Merdeka!!!
- Gde Yasa -

Sabtu, 05 Juni 2010

Trick : Modifikasi Suspensi Mobil Jepang dengan Suspensi Mobil Eropa

Banyak pemilik Toyota Avanza dan Kijang kapsul yang merasa suspensi kendaraannya kurang nyaman. Beruntung pabrikan mobil-mobil Eropa selalu mendesain mobil dengan kenyamanan yang tinggi. Mengapa tidak kita manfaatkan?

Avanza memiliki kelemahannya pada ulir per yang terlalu renggang, sehingga mobil ini terasa seperti ‘perahu’ jika melewati jalan yang bergelombang. Salah satu trik untuk mengatasinya adalah dengan mengganti per belakang dengan milik BMW seri 3 E36 (tahun ‘92 ke atas) atau E46 (tahun ‘99 ke atas). Per BMW memiliki ulir yang lebih rapat dan lebih bagus bahannya. Harganya pun cukup terjangkau. Hanya sekitar 600-an ribu Rupiah sepasang.
Namun perlu sedikit modifikasi, yakni pemotongan agar tidak terlalu panjang, serta pembentukan ulang ulir agar pas dengan dudukan per Avanza. Modifikasi ini tidak sulit dilakukan, sebab hampir semua bengkel kaki-kaki bisa melakukannya dengan alat las, tentu dengan ongkos murah kurang lebih 100-an ribu Rupiah.

Untuk Kijang kapsul yang masih menggunakan per daun, caranya d­engan roll ulang per dan mengganti shock absorber dengan Mercedes-Benz Tiger.

Dijamin Avanza dan Kapsul anda lebih nyaman, walaupun tidak mungkin senyaman mobil eropa aslinya.

Terima kasih Mobil Eropa ...

Sabtu, 29 Mei 2010

TIPS : Mengenal Seputar Baut Land Rover Series (I, IIa, II, III)

Land Rover Series adalah mobil buatan Inggris yang sangat handal dan berumur panjang. Hal ini tak lepas dari kehebatan body Landy series yang terbuat dari aluminium dengan nama paten Birmabright. Konon sampai saat ini 75 persen populasi Landy series masih beroperasi di dunia.
Padahal awalnya Landy diciptakan dari kondisi bagaimana memanfaatkan limbah pesawat bekas PD I untuk kendaraan serbaguna yang mendukung pertanian. Dalam perkembangannya Landy digunakan hampir di segala medan dan segala keperluan. Mulai pertanian, rescue, kendaraan tempur, pickup, tambang, perkebunan, personel carrier, dll.
Agar  Landy series kita terus dapat berumur panjang, ada baiknya kita kenal seluk beluk pemeliharaannya. Paling tidak dari baut.
Baut????
Ya, baut. Landy series menggunakan paling tidak dua jenis baut dengan standar yang berbeda di sekujur tubuhnya.
Jenis pertama adalah baut standar metric biasa. Kita biasa menyebutnya dengan baut 8, 10, 12 dll. Dengan drat standar metric.
Jenis kedua adalah baut standar UNF. Ciri-cirinya adalah kepala baut berukuran ganjil, biasa kita sebut secara awam dengan kunci 11,13 dst. Akan tetapi dratnya agak sedikit lebih kasar dari standar metric. Akan tetapi lebih halus daripada baut UNC. Tidak semua toko baut menjual baut ini, biasanya hanya di toko baut yang agak besar dan lengkap yang menyediakannya.
Kalau kapan-kapan anda mencarikan "Si Landy" baut, maka ada baiknya kita periksa jenis baut apakah yang kita butuhkan. Jika ternyata UNF, kita tinggal bilang kepada penjaga toko baut : " Minta baut UNF kepala 13" atau ukuran lainnya.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Jangan segan-segan untuk mengikuti blog ini ya...Terima kasih.

-Gde Yasa Manuadi-
Please visit my web : http://www.bengkelmobileropa-bali.com/

Jumat, 14 Mei 2010

Trick : Arflow Meter Peugeot 505 GTI

Peugeot 505 GTI adalah lini teratas dalam seri 505 yang pernah diproduksi oleh pabrikan Peugeot. Dengan dilengkapi BOSCH L-Jetronic injection, 505 GTI merupakan mobil terkencang dengan efisiensi mesin yang tinggi diantara seri 505 yang lainnya.
Karena 505 GTI adalah mobil yang telah cukup berumur, maka seringkali beberapa komponen mulai aus dan terganggu, terutama airflow meter. Gejala yang ditunjukkan biasanya idle yang tidak rata, dan kesulitan menstart jika tidak di-gas. Mengingat harganya yang "lumayan" ( sekitar 7 jutaan) ada baiknya kita coba memperbaikinya dahulu sebelum memutuskan untuk menggantinya.
Cara memperbaikinya adalah :
1. Buka airflow dari rumah filter udara.
2. Pelan-pelan buka tutup plastik dengan cutter, sabar lem dari pabrik cukup keras, jangan sampai pecah.
3. Perhatikan permukaan PCB didalam, terdapat pita/lapisan berwarna hitam berbentuk busur.
4. Jika terdapat tanda keausan (pita hitam memudar/ memutih) berarti PCB harus digeser letaknya agar lidah tembaga bergeser pada bagian yang tidak aus.
5. Siapkan bor dengan mata yang seukuran dengan baut PCB.
6. Lepasakan PCB.
7. Besarkan lubang baut pada PCB dengan bor agar PCB dapat dipasang bergeser dari tempatnya semula.
8. Pasang kembali PCB, usahakan posisinya menyebabkan lidah potensio bergeser pada bagian pita yang tidak aus.
9. Jika sudah pas, kencangkan baut PCB.
10. Pasang tutup plastik dan airflow.
11. Test mesin.
12. Jika kurang baik (bergetar, susah hidup) maka per pada lidah airflow perlu disetel dengan cara memutar cincin plastik bergigi dalam airflow. Geserkan per satu demi satu gigi hingga dirasa setelan telah pas.
13. Coba kembali, jika dirasa masih kurang, setel kembali lidah airflow. Jika pas, SELAMAT ! ANDA MENGHEMAT 7 JUTA RUPIAH!!!!

Terima kasih

- I Gde Yasa Manuadi -

Sabtu, 01 Mei 2010

Tips : Setting EHA ( actuator ) Mercedes Benz dengan Bosch K - Jetronic ( 300E, 230E, Tiger, 190E dll.)

Tips ini saya tujukan bagi rekan - rekan yang cukup " berani " bongkar-bongkar, sebab tingkat kesulitannya agak tinggi. Tulisan ini adalah pengalaman saya pribadi pada Mercedes Benz 300E M/T 1992 kesayangan saya. Saya pernah coba seting EHA (actuator). Tetapi saya juga ikuti dengan mensetting FPR ( Fuel Pressure Regulator ).
Saya coba setel-setel karena gejalanya adalah :

1. RPM mesin nggak bisa maksimal, cuman sampai 3500-4000 RPM.

2. BBM terlalu irit, sampai-sampai kalau akselerasi tiba-tiba mesin ngelitik.

3. Sudah mulai susah mendahului Carry 1000.



Yang saya lakukan adalah :

1. Buka rumah filter udara.

2. Pastikan ECU bekerja baik mengatur EHA. Gampang, : (dengan mesin hidup) mati-hidup AC, RPM-nya nggak boleh berubah = ECU ngobrol sama EHA.

3. Lepaskan konektor kabel EHA.

4. Buka 2 baut bintang EHA. Hati2 O ring-nya gampang jatuh.

5. Lepaskan EHA.

6. Ada baut obeng minus di bagian bawah EHA, dibawah 2 lubang EHA. Lepaskan, ini hanya baut penutup setelan.

7. Setel baut kecil EHA, putar dengan kunci L no 2 kalau tidak salah. Hati2 1/2 putaran sudah bisa membuat mobil mogok, sulit distart.

8. Putar searah jarum jam 1/4 putaran. Semakin banyak, semakin banyak bensin disemprotkan, semakin tinggi RPM maksimal.

9. Pasang EHA. Pasang konektor kabel.

10. Jika kita coba hidupkan mesin, RPM maksimal akan naik, tetapi mbrebet di putaran atas, dan terlalu cepat kembali stasioner jika gas dilepas. Mesin akan boros dan tidak halus. Maka FPR harus juga disetel.

11. Buka selang bawah FPR (yang ke arah tangki), dengan kunci pas 17. Didalam lubang tersebut sebenarnya ada baut yang bisa diputar yg menentukan keras lemahnya per FPR.

12. Masukkan kunci L no 5 (langka) sebagai gantinya bisa juga pakai kunci bintang no 6.

13. Setel, putar kebalikan arah jarum jam +/- 1/8 putaran.

14. Pasang kembali selang bawah FPR.

15. Coba lagi hidupkan mesin. Putaran mesin kurang tinggi ? EHA kurang ke kanan. Kembali stasioner lambat ? FPR terlalu ke kiri. RPM atas bergetar ? FPR kurang ke kiri. Coba diulang beberapa kali hingga didapat setelan yang pas.

16. Jika sudah pas, tinggal setel baut CO adjustment.

17. Selesai.
Mohon maaf acak-acakan. Semoga membantu.

- Gde Yasa